history of old buildings

Jumat, 24 Desember 2010

overview

Welcome to the blog 'Historical Tour to Bandung (www.wisatasejarahbandung.blogspot.com)', please enjoy the stories are typical of bandung. This blog will present stories about the culture and art contained in bandung. Hopefully with this blog can contribute to the preservation of arts and culture, especially in Bandung.

Constructive criticism and suggestions from you would be very meaningful for us. Criticism and suggestions can be sent to: panitiasaveourheritage [at] gmail.com



Thank you
Save our Heritage.

Kamis, 23 Desember 2010

GEDUNG MANDALA WANGSIT SILIWANGI


FOTOGRAFER : Siti Desintha
LOKASI
Jalan : Tamblong No. 38 Bandung
Kelurahan : Braga
Kecamatan : Sumur Bandung

Bangunan museum sekarang yang berdiri di atas tanah seluas 4.176 m2 dengan luas bangunan 1.674 m2, memiliki gaya arsitektur Late Romanticism yang merupakan gedung bekas bangunan Belanda yang dibangun tahun 1910-1915 oleh pemerintah Belanda untuk tempat tinggal salah seorang perwira Belanda. Setelah ditinggalkan oleh Belanda, pada tahun 1949-1950 gedung ini diambil alih oleh pasukan Siliwangi yang digunakan sebagai Markas Divisi Siliwangi (Militaire Akademie Bandung).

Barulah pada tanggal 23 Mei 1966 sampai sekarang gedung ini digunakan sebagai Museum Mandala Wangsit Siliwangi oleh Panglima Divisi Siliwangi ke-8 Kolonel Ibrahim Adjie. Nama itu diambil dari dasar nama simbol Kodam III Siliwangi, artinya Siliwangi adalah pendiri kerajaan pajajaran yang kekuasaannya sangat luas yang dipimpin oleh seorang raja yang arif, bijaksana dan wibawa dalam menjalankan tugas pemerintahannya. Sedangkan mandala wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan pesana atau amanat, petuah atau nasihat dari para pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalui benda peninggalannya. Pada tahun 1977 dibangun gedung baru tingkat II yang diresmikan tanggal 10 November 1980 oleh Pangdam Siliwangi ke-14 Mayjen Yoga Sugama dan prasastinya ditandatangani oleh Presiden RI Soeharto.

GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT (EX. GEDUNG LANDRAAD)

Ilustrator By Istiqlal Rifa P.

Pada awalnya di lokasi ini dibangun sebuah rumah tinggal, pada tahun 1906. Kemudian dikembangkan menjadi bangunan yang dapat dilihat sekarang pada tahun 1917, dan berfungsi sebagai gedung pengadilan (Landraad), khusus mengadili orang-orang pribumi. Peristiwa penting yang pernah terjadi di sini adalah pengadilan terhadap Soekarno (kemudian menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia), Gatot Mangkoepradja, Maskoen Soemadipoetera dan Soepriadinata oleh Pemerintah Belanda. Pengadilan berlangsung selama 5 (lima) bulan, dari tanggal 18 Agustus sampai dengan 22 Desember 1930. Dalam proses peradilan, Soekarno dan kawan-kawan dibantu oleh 3 (tiga) orang pembela, yaitu Mr. Soejoedi, Mr. Sartono dan Mr. Sastromoeljono. Putusan pengadilan adalah menjebloskan Soekarno dan kawan-kawan ke penjara Sukamiskin, dengan lama penahanan yang berbeda-beda. Sebelum diadili Soekarno menjalani hukuman di penjara Banceuy selama 8 (delapan) bulan.

Setelah kemerdekaan, bangunan mengalami beberapa kali pergantian fungsi, yaitu sebagai tempat Palang Merah, kantor Departemen Keuangan dan yang terakhir digunakan oleh Jawatan Metrologi sekitar tahun 1960-an sampai dengan tahun 2003. Setelah Jawatan Metrologi dipindakan, gedung ex Landraad direstorasi atas prakarsa mantan Gubernur Jawa Barat, Jenderal Mashudi, dan rancangan serta pengawasan pelaksanaanya di bawah pimpinan DR. Dibyo Hartono dari Bandung Heritage. Pelaksanaan pemugaran berlangsung dari tahun 2004 sampai 2005.

Bangunan asli merupakan hasil akulturasi budaya Timur dan Barat, dengan dinding sebagai struktur satu bata, setebal 30 cm. Pengakhiran dinding di tepi atas, diberi profil seperti yang biasa digunakan di negeri Belanda abad 18. Ketinggian langit-langit 4,8 M, dengan material langit-langit dari lembaran logam yang diukir.

GEDUNG POLRESTABES BANDUNG

FOTOGRAFER : Estiani Windra K.
LOKASI
Jalan : Merdeka No.16, 18 dan 20 Bandu
ng
Kelurahan : Braga
Kecamatan : Sumur Bandung

Bangunan Gedung Polrestabes Bandung yang didirikan pada tahun 1866 yang berfungsi sebagai Sekolah Guru (Kweekscool Voor Inlandsche Onderwijzers) atas inisiatif seorang Belanda yang bernama K.F. Hole sebagai Administratur Perkebunan the Waspada di Gunung Cikuray, Bayombong Garut. Di sekolah inilah pernah belajar tokoh-tokoh nasional seperti Abdulharis Nasution, Otto Iskandardinata dan lain sebagainya. Gedung ini juga merupakan bangunan yang bersejarah, sangat unik dan langka ditinjau dari sejarah akulturasi antara budaya timur dan barat. Bangunannya yang menarik serta perletakannya yang lebih mundur dari garis sepadan disekelilingnya dapat memberikan keleluasaan pandangan pada pengamatannya untuk berorientasi maupun menikmati keindahan bangunan serta suasana lingkungan disekelilingnya.

GEREJA BETHEL BANDUNG

FOTOGRAFER : Riko Okta Mawardi
Gereja ini dirancang oleh arsitek C.P Wolff Schoemaker, pada tahun 1925. Fungsi awalnya sebagai tempat beribadah masyarakat Belanda yang beragama Protestan. Sampai saat inipun gereja tersebut masih dipergunakan, bahkan dikembangkan menjadi lebih luas dengan penambahan bangunan tambahan di halaman belakangnya. Lokasi di persimpangan jalan Wastukencana dengan jalan Perintis Kemerdekaan. Bangunan merupakan bangunan sudut dengan sebuah menara pada sudut bangunan depannya. Keunikan bangunan ini adalah adanya mahkota pilar yang unik dan sangat langka yang merupakan awal perkembangan arsitektur Art Deco. Jika dirunut ke belakang, mahkota kolom seperti ini terdapat pada kolom bangunan zaman Byzantin di Eropa. Bangunan ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekitar dan merupakan landmark.


GEREJA SANTO PETRUS KATEDRAL BANDUNG

FOTOGRAFER : Karina Sofiana
LOKASI
Jalan : Merdeka No.14 Bandung
Kelurahan : Babakan Ciamis
Kecamatan : Sumur Bandung

Gereja Santo Petrus Katedral yang terleta k di Jalan Merdeka dari dulu hingga sekarang sama sebagai tempat ibadat umat Katolik yang dibangun tahun 1922 oleh M. KUNST, di atas tanah seluas 2.385 m2 dengan luas bangunan 785 m2 dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 1922 oleh Mgr. E. Luypen. Gereja ini dirancang oleh arsitek C.P. WOLFF SCHOEMAKER dengan gaya arsitektur Lale Neo-Gothic dan denah ban gunan berupa salib simetris. Tampak luar (eksterior) dari gereja ini elemen penunjang struktur berupa tiang beton dan elemen penunjang dekorasi berupa stained-glass Window, Enameled-glass Window, dinding berpr ofil dan menara genta. Sedangkan tampak dalam (interior) dari gereja ini elemen penunjang struktur berupa dua tiang beton tumpuan balkon dan elemen penunjang dekorasinya berupa patung. Tata ruang gereja berdasarkan fungsi ruang dibagi dalam dua zona, yaitu : Zona Publik : Serambi air suci, ruang devosi, ruang pemandian anak, ruang doa dan ruang pengampunan. Zona Privat : ruang pers iapan pembantu iman, ruang persiapan iman (Sakristi) dan ruang panti iman.

GEDUNG D'VRIES / TOKO PADANG

FOTOGRAFER : Anita Pusporini

LOKASI

Jalan : Asia Afrika No. 81 Bandung
Kelurahan : Braga

Kecamatan : Sumur Bandung

Bangunan ini terletak di persimpangan Jalan Asia Afrika dan Jalan Homann memiliki menara yang berfungsi sebagai penangkap perhatian dan ciri keberadaan bangunan di kavling sudut. Bangunan ini dibangun pada tahun 1920, dengan gaya arsitektur Klasik Romantik sampai sekarang perancangnya belum diketahui. Bangunan ini menghadap ke utara/barat, yaitu ke utara Jalan Asia Afrika dan ke barat Jalan Homann. Semula berfungsi sebagai toko sekarang sudah tidak berfungsi lagi dengan kondisi bangunan yang tidak terawat.

Bangunan ini penting untuk dilestarikan karena :

  1. Merupakan karya arsitek terna ma, pada masanya (namun belum diketahui namanya dengan pasti).
  2. Bernilai sejarah pembangunan kota, karena keberadaannya dapat meningkatkan kualitas lingkungan Kota Bandung pada masa perjalanan sejarah pembangunan “Sarana Perdagangan Bersejarah”.
  3. Mewakili gaya arsitektur Klasik (Elec ticism dengan banyak dekorasi).
  4. Secara visual merupakan elemen penting bagi kawasan dan lingkungannya.
  5. Bentuknya langka dan unik.
  6. Terletak di kawasan Pusat Kota berse jarah yang dilindungi.
  7. Penting untuk ilmu pengetahuan sebagai objek penelitian dan sumber inspirasi bagi ilmu arsitektur, struktur dan desain.